RANCANG BANGUN ENSIKLOPEDIA ELEKTRONIK PARIWISATA STUDI KASUS DI DINAS PARIWISATA PROPINSI JAWA TIMUR
• Kebutuhan informasi menjadi kebutuhan yang vital bagi semua kalangan. Namun tidak semua informasi dapat dijumpai secara mudah, karena informasi tersebut belum banyak atau sama sekali tidak diketahui.
• Untuk mencari informasi yang belum diketahui, biasanya seseorang menggunakan ensiklopedia sebagai referensi.
• Ketebalan buku dan banyaknya seri ensiklopedia membuat seseorang malas untuk mencari informasi yang diinginkan.
• Di era globalisasi, ensiklopedia berkembang dalam bentuk perangkat lunak maupun melalui website. Namun belum ada yang khusus membahas masalah pariwisata terutama objek pariwisata.
• Merancang dan membuat ensiklopedia elektronik pariwisata sebagai pendalaman informasi pariwisata dengan memanfaatkan data informasi pariwisata yang tersedia, sesuai dengan kebutuhan customer.
• Apa saja informasi yang diperlukan oleh customer, terkait dengan pengetahuan pariwisata pada ensklopedia elektronik ?
• Bagaimana desain ensiklopedia elektronik pariwisata yang dapat menginterpretasikan kebutuhan customer ?
• Bagaimana implementasi desain yang ada agar terhindar dari ketidaksesuaian dengan kebutuhan ?
• Target dari aplikasi ini adalah masyarakat usia remaja, yang selanjutnya disebut sebagai customer.
• Ensiklopedia pariwisata ini hanya akan membahas mengenai Objek dan Daya Tarik Wisata.
• Data mengenai Objek dan Daya Tarik Wisata yang digunakan hanya beberapa saja.
• Memberikan informasi yang mendalam tentang objek pariwisata dalam format teks, gambar, dan video.
• Memudahkan customer dalam mendapat dan mengakses informasi objek pariwisata.
• Memperluas penyampaian informasi objek pariwisata dari pihak Dinas Pariwisata.
• Analisis Kebutuhan Pengguna
• Ensiklopedia merupakan sebuah hasil kerja yang mengandung informasi dari semua cabang ilmu pengetahuan atau penjelasan secara komprehensif dari cabang ilmu pengetahuan tertentu, biasanya dalam bentuk artikel yang disusun secara alfabet dan terkadang berdasarkan subjek.1
• Objek dan Daya Tarik Wisata Alam adalah objek wisata yang bersumber kepada sumber daya alam dan tata lingkungannya, seperti gunung, pantai, dan air terjun.
• Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya adalah objek wisata yang bersumber kepada seni budaya bangsa, termasuk didalamnya atraksi wisata yang dibagi menjadi dua yaitu :
• Atraksi wisata seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, hiburan, jasa, dan lain – lain.
• Atraksi wisata berupa kejadian – kejadian tradisional dan kejadian – kejadian tidak tetap.
• Objek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus adalah objek wisata yang bersumber kepada sumber daya alam dan potensi seni budaya bangsa yang menimbulkan daya tarik dan minat khusus, seperti wisata religi dan wisata buru.
• Agar suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik, maka daerah tersebut harus mempunyai 3 syarat, yaitu :
• Ada sesuatu yang bisa dilihat.
• Ada sesuatu yang dapat dikerjakan.
• Ada sesuatu yang bisa dibeli.
Analisa Kebutuhan Pelanggan :
• Dibutuhkan fasilitas bagi Administrator untuk meng – input – kan data objek pariwisata ke dalam CD.
• Sistem dapat menampilkan informasi mengenai objek wisata berupa teks, gambar dan video.
• Sistem ini memiliki model peta yang menunjukkan pembagian objek wisata di Jawa Timur.
• Sistem ini memiliki fasilitas pencarian objek wisata dengan beberapa cara :
– Pencarian objek wisata dengan kata kunci pencarian.
– Pencarian objek wisata dengan pemilihan abjad.
• Sistem dapat diakses melalui CD.
Ensiklopedia Elektronik Pariwisata
• Ensiklopedia elektronik ini memiliki kemampuan untuk :
– Menampilkan informasi tentang objek pariwisata yang dilengkapi gambar dan video.
– Mengelola data objek pariwisata
• Fungsi – fungsi yang terdapat dalam ensiklopedia elektronik ini adalah :
– Melakukan pencarian objek pariwisata melalui pilihan abjad.
– Melakukan pencarian objek pariwisata melalui kata kunci pencarian.
Actor dan Use Case Diagram
Analisa Software Quality Factors dari Mc Call
Seperti yang kita ketahui, Mc Calls’s Factor Model ini mengklasifikasikan seluruh requirement dari software yang dibagi ke dalam 11 faktor kualitas software. Sebelas factor ini dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu :
· Product Operation Factors
· Product Revision Factors
· Product Transition Factors
Dan, pada Aplikasi “Rancang Bangun Ensiklopedia Elektronik Pariwisata Studi Kasus di Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur” dapat dianalisa berdasarkan factor berikut :
Usability is an extremely difficult quality factor to define. The main reason for this is the vast
variety of users with their different needs. Some will be novices while others will be experts
and a quality product will support them all.
- Informasi yang ditampilkan pada ensiklopedia elektronik pariwisata meliputi nama objek pariwisata, lokasi, deskripsi dari objek pariwisata, yang dilengkapi dengan gambar dan video .
- Video yang ditampilkan hanya dalam format Shockwave Flash (.swf) dengan menggunakan Javascript.
- Fitur – fitur yang ada dalam ensiklopedia elektronik ini adalah melihat data objek pariwisata dan mengelola data objek pariwisata, dengan fungsi – fungsi pencarian data melalui pilihan abjad dan pencarian data melalui kata kunci pencarian
- Informasi objek pariwisata yang ditampilkan berdasarkan kategori tertentu, yaitu kategori wisata alam, budaya, dan minat khusus, sesuai dengan Undang – Undang No 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan.
- Sub kategori yang ada disesuaikan dengan kategori yang telah ditentukan, dengan jumlah sub kategori terbanyak pada wisata budaya, yaitu 21 sub kategori.
2. Testability
The cost of program testing for the purpose of safeguarding that the specific requirements are met. -McCall et al. -
standalone components are individually tested to ensure that they function
properly. A substantial amount of item or unit testing is completed by programmers as part of
brings together standalone components into modules which are tested to
reflect how they link in a new environment. Integration testing is also referred to as module
best performed as a full test run of the system that the client is about to receive but done without the client being present. It is the supplier's opportunity to confirm that the requirements specification has been fully achieved.
the client running the new system to ensure that it complies with the original specifications. Acceptance testing is often referred to as Alpha testing.
Aplikasi ini telah melewati uji coba performance dan dilakukan evaluasi performa dari aplikasi. Berikut ini penjelasannya :
Uji Coba dan Evaluasi pada Aplikasi :
1. Skenario uji coba yang dilakukan antara lain:
• Uji coba masukan data objek pariwisata, untuk menguji penanganan terhadap data yang dimasukkan dalam form-form di ensiklopedia elektronik pariwisata.
- Uji coba perbandingan kecepatan pencarian melalui pemilihan abjad dan pencarian melalui kata kunci pencarian untuk menguji kecepatan masing–masing fitur dalam menampilkan data yang dicari.
2. Uji Coba Kecepatan dan Pencarian Data :
• Uji coba kecepatan pencarian data melalui pemilihan abjad
• Uji coba kecepatan pencarian data melalui kata kunci pencarian

• Informasi yang ditampilkan pada ensiklopedia elektronik pariwisata meliputi nama objek pariwisata, lokasi, deskripsi dari objek pariwisata, yang dilengkapi dengan gambar dan video .
• Video yang ditampilkan hanya dalam format Shockwave Flash (.swf) dengan menggunakan Javascript.
• Fitur – fitur yang ada dalam ensiklopedia elektronik ini adalah melihat data objek pariwisata dan mengelola data objek pariwisata, dengan fungsi – fungsi pencarian data melalui pilihan abjad dan pencarian data melalui kata kunci pencarian
• Informasi objek pariwisata yang ditampilkan berdasarkan kategori tertentu, yaitu kategori wisata alam, budaya, dan minat khusus, sesuai dengan Undang – Undang No 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan.
• Sub kategori yang ada disesuaikan dengan kategori yang telah ditentukan, dengan jumlah sub kategori terbanyak pada wisata budaya, yaitu 21 sub kategori.
• Pencarian data melalui pemilihan abjad menghasilkan waktu hampir 2 kali lipat untuk jumlah data besar, sedangkan pencarian melalui kata kunci mengahsilkan waktu 3 kali lipat untuk jumlah data yang sama.
• Format video yang ditampilkan dapat dikembangkan menjadi .mpeg, .mpg, .avi, .wmv.
• Sub kategori dapat ditambah, disesuaikan dengan objek pariwisata.
• Dengan memperbanyak perbandingan alternatif-alternatif dari bagian-bagian Sistem sehingga didapatkan sebuah Sistem yang lebih baik.
• Adapun untuk uji kelayakan ekonomi diharapkan dapat dilakukan dengan metode-metode pendekatan cost benefit yang lain yang lebih lengkap, seperti IRR, Payback Period, dan sebagainya. Dan metode yang dapat digunakan adalah seperti metode cost displacement, cost avoidance, decision analysis dan sebagainya